Willy langsung buru-buru mengambil handphonenya dan membuka sms, berharapa itu adalah sms balasan dari Flory. Tetapi bukan, ternyata sms itu berasal dari mamanya yang mengingatkan agar Willy makan di rumah saja. Setelah itu Willy langsung mengambil kunci motornya, lalu bergegas pulang sambil menahan rasa cemas. Kurang dari dari dua puluh menit kemudian Willy sudah sampai di rumah.
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikum salam, cuci tangan dulu trus makan ya. Mama udah angetin nasi dan sayurnya", kata mama.
"Ya ma", jawab Willy sambil mencium tangan mamanya."Papa belum sampe, ma?"
"Belum, mungkin sebentar lagi. Kamu tau sendiri kan, jam segini jalanan lagi macet-macetnya orang pulang kantor".
Willy makan di meja makan, di sebrangnya mamanya sedang duduk di sofa yang ada di depan TV. Dari tempatnya duduk, Willy juga masih bisa menonton TV dengan jelas. Lima belas menit kemudian Willy selesai makan.
"Ma, Willy pinjem telfon ya"
"Mau telfon siapa? Tumben ga pake sms aja"
"Flory ma, dari pulang sekolah tadi ga ada kabar, di-sms juga ga bales. Makanya ni Willy mau nelfon ke rumahnya."
"Oo, yaudah pake aja, tapi jangan kelamaan. Takutnya ada telfon penting."
"Ya ma, beres. Asal tau kabar Flory aja ko."
Willy mulai menekan nomor-nomor pada pesawat telfon. Kombinasi nomor yang dia input membawanya tersambung ke pesawat telfon yang ada di rumah Flory. Namun sebelum terdengar apapun dari gagang telfon yang menempel di tellinganya, Willy mendengar handphonenya berdering menandakan ada panggilan masuk. Willy langsung berlari menuju arah suara dering handphonenya. Pada layar handphonenya tertera "#Flory's mom" diiringi nada dering dan lampu handphone yang berkedap-kedip. Willy cepat-cepat mengangkat telfonnya.
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikum salam", jawab suara dari orang yang ada di 'sebrang sana'."Willynya ada?"
"Ya, dengan saya sendiri, tante."
"Oh, Iya Will, ini lho si Flory dari tadi minta tante telfonin kamu."
"Lho emang Flory knapa, tante? Ko Flory ga telfon sendiri aja. Tadi saya sms juga, tapi ga dibales"
"Hah!? Emang Flory sakit apa tante? Tadi keliatannya sehat-sehat aja."
"Wah, kamu ngomong langsung ama Flory aja nih ya."
Mamanya Flory mengarahkan handphonenya ke telinga Flory.
"Hai Illy...", sapa Flory seakan tak terjadi apa-apa juga.
"Flory knapa?", tanya Willy cemas. "Ko tiba-tiba dirawat di rumah sakit."
"Tenang dong Illy, Flo ga apa2. Kata dokter, cuma perlu istirahat aja beberapa hari."
"Ga apa-apa tapi ko mesti dirawat berhari-hari gitu?"
"Ga tau, tadi pas sampe rumah tiba-tiba lemes, trus Flo jatoh ke lantai, trus ga inget apa-apa lagi. Bangun-bangun udah ada mama&papa lagi nungguin Flo di samping tempat tidur."
"Ya ampun, padahal tadi udah makan siang juga kan. Yaudah, Ly ksana ya..."
"Ga usah, udah malem, Trus juga bsok kan Illy msti sekolah trus latian sorenya."
"Ga apa-apa ko. Ly kan cowo, masa kalah ama malem. Bsok sekolah & Latian juga gampang itu mah."
"Tapi jam besuknya juga dikit lagi abis. Nanti Illy sampe sini malah ga boleh masuk."
"Ga masalah, yang penting Ly sampe sana dulu. Tunggu sebentar ya, sayang.", baru kali itu Willy menambahkan embel-embel 'sayang', menandakan betapa sayang dan cemasnya Willy akan keadaan Flory yang tiba-tiba jatuh sakit itu. Setelah menyelesaikan pembicaraan, Willy langsung mengambil kunci motor, berpamitan dengan mamanya, lalu langsung menuju Rumah Sakit Internasional Jakarta.
Perjalanan memakan waktu setengah jam. Willy sampai di rumah sakit tepat 10 menit sebelum jam besuk habis. Willy langsung menuju kamar dimana Flory dirawat, di sebelah kiri pintu masuk ada satu kamar mandi, kemudian satu tempat tidur dan sebuah TV di depan tempat tidur. Di sana ia bertemu mama & papanya Flory yang sedang duduk di sisi tempat tidur Flory sambil menonton siaran TV.
"Assalammualaikum"
"Wa'alaikum salam, ", jawab Flory dan kedua orang tuanya.
"Willyyyyy!!!", teriak Flory riang
"Tuh jagoannya udah dateng.", kata mamanya Flory.
"Kayanya malem ini Flory langsung bisa pulang nih.", ledek papanya Flory.
"ih papa nih, dari tadi juga Flory maunya cepet-cepet pulang."
Melihat Flory yang masih tetap ceria namun kelihatan pucat, Willy sedikit lega. Setidaknya ia tahu kabar dan keadaan Flory.
"Trus malem ini siapa yang nemenin Flory di sin, Om?", tanya Willy.
"Wah, ga tau nih Will, om&tante kan besok mesti ke kantor. Kakanya juga malem ini lagi lembur di kantornya. Kamu mau nemenin Flory di sini."
"Ah yang bener aja, om. Masa Willy, Willy kan belum jadi keluarga. Nanti apa kata orang, lagian juga apa boleh ama petugas rumah sakitnya."
"Udahlah, ga apa-apa. Om dan tante percaya ko sama kamu. Udah pada gede kan, tau mana yang baik, mana yang buruk. Tapi itu juga kalo kamu mau, Om juga ga mau ngerepotin kamu."
"Yaudah deh kalo gitu, Willy bersedia, om."
"Tapi besok kan Illy sekolah.", kata Flory.
"Ga apa, bsok pagi-pagi abis subuh Ly langsung pulang."
"Yaudah, kalo gitu om dan tante lapor dulu ke suster jaga, trus langsung lanjut pulang y."
"Ya om, makasi banyak."
"Baik-baik ya, kamu juga kabarin orang tua kamu dulu, Will", tambah mamanya Flory.
Kemudian orang tua Flory pulang dan tinggal Flory dan Willy di kamar, bersama suara TV.
bersambung
Anak Biasa (Part 6)
Labels: Cerpen | 1 comments
Anak Biasa (Part 5)
Tak ada rasa curiga sedikitpun dalam hati Flory. Kemudian merekapun kembali ke kelas masing-masing dan menjalani KBM(Kegiatan Belajar Mengajar) seperti biasa. Saat jam pulang, Willy sudah menunggu di depan kelas Flory. Ia akan mengantar Flory ke depan sekolah.
"Flo...", begitu panggilan khas Willy ke Flory. Selain untuk menyingkat kata, Willy adalah orang pertama yang memanggil Flory dengan panggilan itu. Orang lain biasanya menyingkat nama Flory dengan panggilan di suku kata belakang namanya.
"Nanti kalo udah sampe kabarin y", pinta Willy
"Hmm, ga mau ah", jawab Flory."Haha...haha..."
"Okeiy, ga juga gapapa. Weeeek...", balas Willy agak kesal.
"iiiih, gitu aja marah"
"Ga marah ko, cuma kesel aja. haha...haha... Bcanda ko. Yaudah, abis angkot yg ini Flo naik aja y, nanti kburu kesorean"
"Ya Illy", jawab Flory sambil memasang senyum manisnya."Ly smangat y latiannya", tidak hanya Willy, Flory juga punya panggilan khas untuk Willy. Selain sebagai panggilan khas, berfungsi juga untuk menghemat suku kata.
Beberapa saat kemudian Willy memberhentikan angkot untuk Flory.
"Dagh Flo, hati-hati y. Kabarin kalo udah sampe"
"Dagh Illy juga, sip, beres bos", jawab Flory sambil melambaikan tangan.
Setelah angkot yang ditumpangi Flory menghilang dari pandangan, Willy kembali masuk ke sekolahnya dan menuju kamar mandi laki-laki. Di sana sudah ada Syukri yang sudah selesai shalat ashar dan berganti pakaian basket.
"Yang laen mana, Kir", tanya Willy.
"Udah di lapangan lagi streching", jawab Syukri. "Buruan lu, dikit lagi mulai latiannya"
"Iye gw shalat dulu"
Latihan hari itu cukup melelahkan. Mereka selesai sebelum magrib. Sekitar dua jam setelah Willy mengantarkan Flory ke gerbang sekolah. Willy membuka tasnya lalu mengambil handphonenya, melihat apakah ada sms dari Flory. Ternyata tidak ada tanda-tanda Flory memberi kabar. Tumben sekali hal ini terjadi, biasanya begitu sampai di rumah Flory langsung mengabari Willy. Tapi kali ini berbeda. Tidak ada sms dari Flory yang masuk ke handphone Willy. Kemudian Willy mencoba untuk mengirim sms ke Flory. Sepuluh menit, duapuluh menit, sampai setengah jam tidak ada balasan juga. Padahal Willy tahu bahwa Flory punya pulsa. Tapi kenapa belum ada kabar dari Flory sampai sekarang?Willy bertanya-tanya serta merasankan cemas yang teramat sangat. Beberapa saat kemudian handphone Willy bergetar...
bersambung
Labels: Cerpen | 2 comments
Suatu Saat
Seandainya suatu saat saya bisa menerbitkan buku atau novel atau apalah namanya itu yang isinya adalah cerita dari 'Anak Biasa' yang kini masih bersambung jalan ceritanya, saya sudah mendesign covernya. Sebenarnya cuma iseng sih dan cuma ingin menampilkan hasil karya saya yang pas-pasan ini.
Saya baru membuat untuk cover depannya, itu juga cuma iseng. Designnya juga sangat sederhana. Tak ada efek apa-apa. Tapi memang itulah adanya. Kesederhanaan
Labels: Umum | 4 comments
Anak Biasa (Part 4)
Willy tak bergeming seakan tak mendengar apa-apa. Pandangannya masih tertuju ke sebrang meja dimana gadis kelas 2G tersebut duduk. Seperempat detik sebelum Flory membentaknya lagi...
"Ya Flory"
"Willy lagi mikir apa??", tanya Flory polos. Sepertinya Flory tidak mengetahui Willy kemana pandangan Willy tadi.
"Gak mikir apa-apa ko. Bengong doank", jawab Willy seadanya.
"Ada Flory disini ko Willy malah bengong sih?"
Willy diam 'tak menjawab.
"Mending ajak ngomong cewenya nih", lanjut Flory.
"Oh oke", Willy mulai bicara lagi.
"Flory apa kabar?Sehat?"
"Ah, basi deh", jawab Flory malas.
"Hihihi, abis apa donk?", Willy malah balik nanya.
Flory belum sempat menjawab ketika bel masuk berbunyi kembali. Tapi mereka berdua tidak langsung masuk ke kelas. Siswa-siswa yang ada di kantin juga masih menikmati makanan&minuman mereka masing-masing, hanya saja dengan kecepatan yang berbeda dengan sebelum bel berbunyi. Setelah menghabiskan jusnya, Willy dan Flory berjalan meninggalkan kantin. Mereka melewati kelas Willy, tapi Willy tidak berbelok masuk ke kelasnya melainkan mengantarkan Flory sampai ke kelasnya.
"Daagh, Flory"
"Dagh juga, Illy", balas Flory dengan nada sok imut.
Willy langsung menuju kelasnya dan melanjutkan kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Kira-kira satu setengah jam kemudian, jam istirahat siang pun tiba. Setelah shalat Zuhur Willy kembali mengajak Flory makan siang. Mereka pun ke kantin lagi. Suasana kantin kini lebih ramai dan pengap dari pada tadi karena banyaknya siswa yang mengantri untuk membeli makan siang. Maklumlah berhubung kantin di sekolah Willy hanya ada satu.10 menit kemudian Willy dan Flory sudah mendapat meja dan hidangan masing-masing. Willy dengan ketopraknya dan Flory dengan nasi+ayam gorengnya.
"Slamat makaaan", celetuk Willy.
Mereka pun mulai menikmati hidangannya masing-masing di tengah hiruk-pikuk kantin siang itu, bersama udara yang pengap seakan kadar oksigen di udara tinggal sedikit.
"Ko ga bengong lagi?", sindir Flory ketika Willy hendak membuka mulut untuk mengajaknya ngobrol.
"Sial, keduluan...", Willy pura-pura kesal."Critanya nyindir nih???"
"hahaha... kesel tuh keduluan."
"nggak sih, byasa aja", Willy ngeles."Nanti Flory pulang ama siapa?"
"Gak tau, mungkin sendiri. Biasanya kalo ga bareng Willy juga sendiri"
Sore itu Willy tidak bisa pulang bareng Fllory karena ada jadwal latian rutin basket.
"Ya mungkin aja kali ini ada barengannya. Willy kan khawatir kalo Flory pulang sendiri."
"Hmm, mulai deh. Belajar ngegombal dari mana?", ledek Flory."Biasanya juga biasa aja."
"Ih beneran, ko Flory ga percaya gitu sih.", Willy memasang wajah sedih.
"Iya iya percaya kok. Makasi ya udah khawatirin Flory", Flory berkata sambil tersenyum dan memegang tangan Willy.
Di saat yang bersamaan, di kejauhan Willy melihat sosok siswi manis dari kelas 2G itu. Pandangan Willy kembali tertuju padanya yang sedang berjalan memasuki kantin.
"Willy!!!", Flory hampir berteriak kemudian langsung berbalik badan dan melihat ke arah pandangan Willy tertuju tadi. Flory tidak menemukan apa-apa di sana. Hanya segerombolan anak kelas satu yang sedang duduk berbincang-bincang di meja dekat pintu masuk kantin.
Dua kali sudah Willy kepergok memandang ke arah yang 'tak jelas. Flory pun mulai curiga.
"Willy ngebengongin apa?", tanya Flory.
"Willy gak bengong, Flory", jawab Willy. "Willy lagi mikir..."
"Terus mikir apa?"
"Willy mikir, gimana kalo Willy gak ketemu Flory. Mungkin sekarang Willy cuma makan sendiri, gak ada yang nemenin, gak punya banyak temen kaya sekarang, gak punya wawasan yang kaya sekarang.", Willy berhasil mengalihkan apa yang Flory curigakan.
"Ya ampun, ko sampe segitunya. Flory juga sama kok. Kalo gak sama-sama Willy mungkin skarang Flory lagi di kelas, duduk ngelamun gak jelas."
"Flory jangan ninggalin Willy ya."
"iya Willy, Insya Allah Flory akan selalu ada buat Willy."
Sebelum pembicaraan berlanjut, bel masuk berbunyi.
"Yaudah, cepetan yuk makannya. Flory jangan sampe ga habis lho makannya."
Flory melanjutkan makan dan Willy baru saja selesai. Selagi Flory konsentrasi menghabiskan nasi+ayam gorengnya, Willy mencari-cari kemanakah perginya siswi kelas 2G tadi. Willy tidak menemukannya di sudut manapun.
Selesai menghabiskan hidangannya, Flory memandangi Willy yang sedang celingak-celinguk...
bersambung
Labels: Cerpen | 0 comments
Semoga gak mati lagi
Akhir-akhir ini hujan deras sering menguyur Jakarta, tidak jarang pula disertain oleh petir yang menggelegar. Sudah 2 kali internet di LABKOM UBL mati gara-gara sambaran petir. Alhasil selama sekitar 3 hari kami hidup di Lab tanpa internet.
Jum'at yang lalu kejadian itu pun berlangsung. Sekitar jam 5-an hujan mulai turun disertai petir dan sekitar pukul 7 koneksi internet terputus. Mahasiswa yang sedang ujian online menjadi tidak bisa melanjutkan ujiannya. Sampai hari senin siang kemarin baru internet kembali menemani mahasiswa, dosen, dan asisten-asisten di labkom ubl.
Walaupun badai menghadang, semoga koneksi internet di labkom tidak terganggu lagi, AAAMIIIN...
Labels: Catatan Harian | 2 comments
Anak Biasa (Part 3)
Willy hampir selesai membaca komiknya ketika 3 orang siswi kelas 2G lewat di depan kelasnya. Pandangan Willy tertuju pada cewe kece yang berjalan paling pinggir. Teman-teman dikelasnya tidak ada yang menyadari, Willy yang tadinya duduk sekarang berdiri tegak memandang ke luar jendela mengikuti arah siswi kece itu sampai hilang di balik tembok kelasnya. Willy meletakkan komiknya di meja dan langsung berjalan menuju pintu. Setelah melewati pintu kelasnya, dia menemukan Ijul dan Rony sedang duduk di bangku depan kelasnya.
"Siapa tuh man?", tanya Willy spontan.
"siapa apaan???", Ijul menjawab sambil kebingungan.
"Yang tadi lewat", jelas Willy.
"Barusan ada 3 orang yang lewat", lanjut Ijul makin bingung.
"Yang paling pinggir sebelah kanan", Willy memperjelas.
"Hmmm!! Emang napa lu nanya-nanya?", tanya Rony curiga."Gw bilangin Flory neh"
"Eh...Enggg...gak ko. Nanya doank kali", Willy tersipu malu.
"Lah nanya doank tapi ko lu senyam-senyum gitu", Rony makin curiga. "Kalo Flory tau..."
Sebelum Rony menyelesaikan kalimatnya, Willy buru-buru menyela,"Yee! gw bilang kan nanya doank".
Agar tidak mendapat pertanyaan-pertanyaan lain dari kedua temannya, Willy pun masuk kelas kembali dan menyelesaikan membaca komiknya. Sebenarnya sudah cukup lama Willy diam-diam memperhatikan siswi kece dari kelas 2G itu. tetapi Willy tidak punya info apa-apa mengenainya. Namanya saja Dia tidak tahu. Padahal siswi itu terbilang manis dan cukup menarik perhatian. Teman-temannya pun banyak. Hanya saja Willy tidak mengenal satu pun teman dari siswi itu. Untuk sementara Willy memendam rasa ingin tahunya. Dia masih sayang pada pacarnya, Flory. Sudah hampir setahun mereka saling menyayangi. Tapi rasa penasaran akan siswi manis dari kelas 2G itu terus membayangi Willy.
Jam istirahat pun tiba, seperti biasa Willy mengunjungi kelas Flory yang berada di ujung lantai 2 gedung sekolahnya. Saat bertemu sang pacar, bayang-bayang akan gadis manis tadi hilang semuanya. Tak ada niatan untuk mengkhianati sang pacar sama skali. Flory menyambut kedatangan Willy dengan senyuman tulus khasnya yang menyejukkan hati Willy. Saat itu Flory masih duduk di bangkunya di kelasnya. Gadis manis berkulit putih bersih itu langsung menyuruh Willy duduk si sebelahnya.
"Hoiy...", sapa Willy.
"Haiy...", jawab Flory.
Walaupun sudah lama menjalin cinta, tetapi mereka tetap saja seperti orang yang baru jadian. Selama mereka jadian, mereka berdua ga ada romantis-romantisnya. Pas hari valentine teman-teman satu sekolahnya rame nyiapin kado coklat buat pacar atau gebetannya. Tapi mereka biasa aja seperti hari biasa. Bagi mereka hari kasih sayang itu y setiap hari.
"Flory ga mo makan???", Willy mulai membuka pembicaraan. Sudah hampir setahun pacaran tapi tetap saja ada basa-basi.
"Ga ah, nanti siang aja. Kalo Willy mo makan, ayo Flory temenin", jawab Flory.
"Yaudah yuk ke kantin aja, ga mo makan sih, cuma iseng aja pengen ngemil".
Mereka pun ke kantin berdua. Seperti hari-hari biasa, mereka selalu terlihat kemana-mana berdua. Tak seperti pasangan kekasih lainnya yang kemana-mana bergandengan tangan atau saling marangkul pundak lawannya. Willy dan Flory hanya berjalan bersebelahan seperti layaknya teman biasa, tetapi hati merekalah yang bergandengan dan saling merangkul.
Setelah melewati beberapa penjual makanan&minuman di kantin kahirnya Willy hanya membeli jus mangga dan Flory ikutan beli roti panggang rasa coklat keju, jajanan standar anak sma.
Mereka duduk berhadapan di meja nomor dua sebelah dari pintu masuk kantin. Di meja sebrangnya duduk gadis manis dari kelas 2G menghadap ke arah Willy. Pandangan Willy spontan tertuju pada gadis itu. Saat itu pula Flory menyadarinya
"Heh!!!", bentak Flory
bersambung
Labels: Cerpen | 0 comments
Anak Biasa (Part 2)
Ternyata yang masuk ke kelas bukan guru matematika mereka melainkan guru piket yang datang memberi pengumuman bahwa guru matematika mereka berhalangan hadir karena sedang ada urusan mendadak.
"PRnya dikumpulin gak, pak?", tanya Rony, salah satu siswa di kelas itu.
"Tidak usah, buat belajar saja", jawab Pak Hadian.
Terdengar suara keluhan dari setiap siswa.
"Yaaah, udah susah-susah ngerjain, gak dikumpulin lagi", gerutu Seno yang sudah rela datang pagi-pagi untuk menyalin PR dari Tuti.
"Yawdahlah, ga sia-sia kok kita ngerjain PR. Kan kita jadi dapet ilmunya", timpal Willy bijak sambil masih memegang komik One Piecenya."Dari pada gak ada kerjaan"
"Yah mendingan gw maen Down of War", balas Syukri.
"Halah, kalah mulu aja lu maen gituan", Willy ngeledek.
Di tengah-tengah gemuruh suara keluhan dari siswa-siswa Pak Hadian angkat bicara,"Sudah-sudah, Bapak absen dulu ya."
Pak Hadian pun mulai mengabsen satu per satu.
"Muhammad Syukri"
"Muhammad Syukri"
Sebelum Pak Hadian mengulangnya sampai 3 kali, Willy buru-buru menepuk punggung Syukri yang duduk di sebelahnya. Telinganya sedang tertutup oleh headset yang terpasang ke mp3 player."Nama lu di panggil tuh"
Syukri pun langsung mengangkat tangannya tinggi-tinggi sambil berkata,"Hadir pak!Hadir!"
"Hmph! Bau man!", ledek Ijul yang duduk persis di belakang Syukri.
"Lah, Willy yang duduk sebelah gw aja ga kbauan nih," Sykri membela diri.
"Kebauan sih sbnernya, tapi gw diem-diem aja demi menjaga prasaan lu."
"Nah itu lu ngomong Will..."
"Yusuf Wali"
Mendengar namanya dipanggil, Willy pun segera mengangkat tangannya, tapi tidak tinggi-tinggi agar tidak balik diledek Syukri.
"Hmph!..."
"Apa!?", Willy mengangkat tangannya dan mendekakannya ke muka Syukri.
"Ketek gw mah ga bau man", bela Willy.
"Sial, gw langsung ga nafsu makan", balas Syukri.
Selesai mengabsen Pak Hadian lembali memberi pengumuman,"Pak Albert nitip pesan ke saya, kalian disuruh untuk mengerjakan latihan 2 halaman 42 tentang integral dan dikumpulkan hari ini juga. Paling lambat saat pulang sekolah nanti. Kalau sudah dikumpulkan ke ketua kelas dulu ya,kemudian baru berikan ke saya"
Lagi-lagi terdengar keluhan dari sana-sini.
"Tugas ini untuk menambah nilai ujian kalian", lanjut Pak Hadian.
Tak lama kemudian terdengar suara kertas dibolak-balik. Para siswa mulai mencari tugas yang dimaksud.
"Ini mah gampang man", Syukri menyombong.
"Laga lu sepa bneeeer. Awas ya nanya gw", ancam Willy.
"Iyeeee..."
"Bapak tinggal dulu ya! Kalian kerjakan tugasnya dengan tertib. Jangan ada yang keluar kelas"
"Ya Paaaak", jawab siswa-siswa kompak.
Walapun Pak Hadian sudah berpesan begitu, tetap saja banyak yang keluar kelas. Ada yang ke kantin, atau hanya duduk-duduk di depan kelas.
Willy melanjutkan membaca komiknya, sedangkan Syukri keluar kelas sambil mendengarkan lagu-lagu dari mp3nya.
Keadaan kelas 2E menjadi sepi. Hanya beberapa siswa yang tetap di kelas untuk mengerjakan tugas. Willy tetap di kelas tetapi masih asyik membaca komik.
Dua puluh menit kemudian..........
bersambung
Labels: Cerpen | 0 comments
Flex Seminar and Workshop
Labels: Flex, Promosi | 2 comments
Anak Biasa (Part 1)
Matahari baru saja akan terbit di ufuk timur, tetapi Willy sudah berpakaian seragam SMA lengkap. Di pinggir jalan ciledug raya Willly sedang menunggu bus kota untuk bisa sampai ke sekolahnya SMA Tunas Indonesia di daerah Tanah Kusir, Jak-Sel. Cowok kurus tinggi sekitar 170cm ini adalah anak SMA biasa yg sama seperti anak-anak SMA lainnya. Bedanya hanya Dia lebih suka berangkat ke sekolah lebih awal, mengingat jalan ciledug raya merupakan kawasan macet. Lewat dari jam6pagi saja kendaraan sudah berkerumun di jalanan, keluar dari setiap gang dan komplek-komplek yg berada di sekitarnya.
Langit pun sedikit demi sedikin semakin terang, matahari mulai menampakkan diri, dan kendaraan di jalan mulai padat. Namun Willy masih berdiri diam, belum terlihat niatan untuk menyetop bus kota. Sementara orang-orang di sekitarnya saling berebut bus dan angkot. Metro Mini yg lewat di depannya pun sudah penuh dengan penumpang. Setiap hari memang Willy sudah biasa berdesak-desakkan di dalam metro mini.
Sekitar lima menit kemudian, cowok berpakaian seragam SMA yg kemejanya dikeluarkan menghampiri Willy. Kemudian Willy yg dari tadi hanya diam akhirnya berkata, "Kemana aja lu?! Gw dari ba'da subuh udah dsini. Lama bner...Bisa ga dapet metro nih".
"Sorry man, gw ksiangan bangun..."
Agak kesal juga si Willy mendengar alasan klasik temannya itu, " Yaudah, metro berikutnya, gimanapun kondisinya, kita naek aja"
Beberapa saat kemudian mereka pun dapat metro mini yg sudah lumayan penuh. Willy hanya mendapat sedikit ruang di pinggir pintu depan, sedangkan Syukri tepat di sebelahnya. Mereka memang sudah biasa mendapat tempat di pinggir pintu dan mendapat bonus asap knalpot kendaraan yg melaju di sekitarnya.
Kira-kira 25menit kemudian mereka sampai di Seskoal, dari situ mereka masih harus naik angkot lagi yg menuju sekolahnya. Setelah menyebrangi jalan yg ramai itu, mereka langsung naik angkot. Lima belas menit kemudian, mereka berdua sudah duduk di bangku barisan paling belakang kelasnya. Teman-temannya yg lain sedang sibuk menyalin PR matematika yg harus dikumpulkan pagi itu pukul 7.00. Kebetulan sekali kali ini Willy dan Syukri sudah hampir menyelesaikan PR-nya, hanya tinggal beberapa nomor lagi yg belum berhasil mereka selesaikan. Mereka pun ikut nimbrung dengan teman-temannya yg lain. Hanya dua anak perempuan yg keliatannya santai-santai saja. Tuti dan Lily terlihat sedang mengobrol. Meja di depannya kosong, 'tak tergeletak satu buku pun. Ya jelas saja, buku mereka(tepatnya buku tugas matematika) sedang dipinjam teman-temannya untuk disalin PR-nya.
Bel masuk akhirnya berbunyi, anak-anak yg belum selesai menyalin PR mempercepat pekerjaanya. Dua puluh menit setelah bel masuk, keadaan kelas sudah rapi. Setiap siswa sudah duduk di bangkunya masing-masing. Willy sedang asyik membaca One Piece volume 46 dan disebalahnya, Syukri menunduk sehingga kepalanya menyentuh meja. Tumben sekali guru mtk mereka terlambat hingga 20 menit. Keadaan kelas mulai bising akibat siswa-siswa yg saling mengobrol dengan teman sebangkunya dan teman yg duduk di sekitarnya. Saat itu bayangan guru mereka terlihat dari balik jendela. Serentak mereka pun langsung terdiam dan......
bersambung....
mau tau lanjutan critanya, nama asli Willy, dan tokoh2 lainnya??tunggu di part 2...
kritik dan saran teman2 sangat berarti
Labels: Cerpen | 1 comments
Belajar Mengajar
Hari ini ada kejadian yg tak terduga bagiku.Aku mengawali hari ini seperti biasa. Mulai dari bangun pagi, shalat Subuh, mandi, sarapan, lalu berangkat ke kampus_tepatnya menuju LABKOM UBL. Pagi tadi aku ada jadwal asistensi di Lab08, mata kuliah Pemrogrman Visual Basic. Kegiatan asistensi berjalan seperti biasa, membantu beberapa mahasiswa yg membutuhkan bantuan masalah trouble pada komputer maupun trouble pada mata kuliahnya.
Sekitar 30menit sebelum perkuliahan selesai aku keluar ruangan untuk bertemu sepupuku yang membawakan uang saku titipan dari mama untukku. Kemudian aku bertemu johan, bang ivo, dan pak Yudho(salah satu dosen di UBL). Mereka bertiga sedang mengobrol dan begitu aku muncul dihadapan mereka.... aku lupa apa yang terjadi secara detil. Namun intiny adalah pak Yudho sedang mencari tenaga pengajar untuk mengajar design web/pemrograman web pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA BL selama 10 pertemuan. Kebetulan sekali aku juga sedang belajar web programming dan walaupun masih minim ilmu namun aku percaya bisa membagi ilmu pada orang lain. Aku pun bertanya pada pak Yudho kapan waktu ngajarnya. Ternyata siang ini pukul 14.30-17.00 dan kami sudah harus berangkat dari kampus sekitar pukul 13.30. Pada jam yang sama aku seharusnya kuliah cyberpreneurship. Aku pun bimbang, bagaimana caranya agar aku bisa mengajar pada jam itu. Ada yg memberi usulan agar aku mengikuti mata kuliah tersebut di hari lain. Mendengar usulan itu akhirnya aku menyanggupi tugas mengajar ini.
Kemudian aku menemui bu Imelda untuk menanyakan jadwal kuliah cyberpreneurship di hari lain. Sayang sekali, jadwal di hari lainpun bentrok dengan mata kuliah yg lain. Tetapi bu Imelda mengatakan bahwa tidak masalah jika aku hanya masuk untuk menandatangan absen, tapi mungkin nanti saya akan diberi tugas lebih.
Walaupun keliatannya sudah tak ada masalah, tetapi aku tetap merasa ada yg aneh. dengan begini berarti aku hanya datang untuk absen dan saat ujian saja. Belum pernah aku mengalami hal seperti ini. Hanya mengisi absen lalu keluar untuk mengikuti mata kuliah yg lain. Aku memikirkannya saja sudah terasa betapa ribetnya. Dan lagi berarti aku tidak mengikuti mata kuliah bu Imelda secara full. Ini agak aneh bagiku.
Tapi yasudahlah, segalanya memang butuh pengorbanan.
Kira-kira pukul 13.30 aku, johan, pak Yudho, dan 4 orang lainnya berangkat menggunakan mobil menuju SMA BL yg berada di kawasan Karang Tengah, Ciledug. Kurang dari 30 menit kami sudah sampai di SMA BL. Kami menunggu hingga pukul 14.30, kemudian baru kami masuk ke ruangan mengajar. Setelah dibuka oleh pak Yudho, akhirnya giliranku pun tiba.
Walaupun sudah pernah beberapa kali mengajar saat workshop atau menggantikan dosen yg tidak hadir, tapi rasa canggung tetap terasa. Namun lama-kelamaan pun akhirnya jadi terbiasa lagi. Ternyata ada perubahan jadwal, kami selesai pukul 16.00 dan langsung kembali ke kampus.
Senang rasanya bisa berbagi. Hanya saja aku masih harus perlu belajar lebih dan lebih giat lagi. Bukannya merendah, tapi memang ilmu yg aku punya saat ini masih sangar minim. Semoga semua yg ku lakukan bisa bermanfaat bagi diriku sendiri dan orang lain, AAAMIIIN....
Labels: Catatan Harian | 0 comments
Mendadak Bandung
Hm,mungkin judul postingku kali ini agak mirip dgn salah satu judul film Indonesia. Bukan bermaksud menjiplak atau sengaja memirip-miripkan, tapi memang itulah kenyataanya. Saat ini aku sedang on the way ke Bandung.
Gmn critanya ko bs bgini? Jd bgini lho. Temanku sesama asisten lab ad yg sedang mengikuti perlombaan 'gemasTIK', semacam lomba mengenai dunia IT. Dari beberapa kelompok yg ikut serta, hanya 2 kelompok yg lolos k Grand Final yg diadakan di Bandung pd tgl22-24 oktober 2008. Kelompok yg lolos yaitu
1. Network Security(bang Budi,Bang Adit,Bang Ridho)
2.Smartware(Restu,Ancah,Dika
Mereka akan mempresentasikan karya mereka pd Grand Final d Bandung nanti. Ternyata selain nama yg dsebutkan di atas dan para dosen pembimbing, kami masih memerlukan 2orang untuk menjaga stand pameran tim kami.
Baru tadi pagi skitar pukul 7.30,Ancah bilang kpdku bahwa mereka masih kekurangan satu orang untuk menjaga stand dan dia mengajak aku untuk ikut ke Bandung. Berarti aku akan pergi k Bandung dan meninggalkan rutinitas lab untuk sementara. Tentu saja aku mau. Setelah mendapat izin dari supervisor(asisten lab yg mempunyai wewenang lebih dr asisten lainnya) dan k.a Lab, aku langsung pulang k rumah untuk mempersiapkan barang2 & pakaian untuk dibawa ke Bandung. Sekitar 1jam setelah aku kembali ke kampus, akhirnya kami berangkat.
Oleh karena itu, kami memohon dukungan & doa kpd teman2 semua agar kami bisa mengharumkan nama UBL,AAAMIIIN...
Labels: Catatan Harian | 2 comments
For The First Time
Tadinya postingan berikut ingin saya publikasi 2 hari yg lalu, yaitu pada hari sabtu yg lalu. Namun karena ada beberapa hambatan sehingga baru bisa diposting sekarang.
Untuk sampai ke rumah ica, aku harus melewati jalan cipadu kemudian lewat jalan pintas di Komplek PJMI(Pondok Jurang Mangu Indah), kemudian masuk ke bintaro dan masuk ke jalan Ciputat raya seteh perempatan Bintaro Plaza. Lalu lintas di jalan Cipadu yang sempit itu pagi tadi terbilang cukup sepi, maklum mungkin karena hari sabtu. Keluar dari jalan Cipadu aku msk k komplek PJMI, dsini cukup ramai kendaraan yg ingin memotong jalan untuk sampai ke jln raya Bintaro. Sampai di jalan Bintaro ternyata juga tak jauh berbeda dengan di tempat lain, ramai-lancar. Aku berhasil sampai di rumah ica tanpa kendala yg berarti karena memang kondisi lalu lintas sedang lengang.
Baru kali ini aku sampai drmh ica pagi-pagi, sekitar pukul 7.30. Untung saja aku sudah lumayan dekat dengan kedua orang tuanya sehingga tidak menimbulkan masalah. Sampai di rumahnya ternyata Ica belum selesai sarapan dan beres2 untuk kuliah. Butuh waktu setengah jam sampai akhirnya kami berpamitan dengan ke dua orang tua Ica dan kakanya.
Perjalanan ke kampus Ica tidak jauh berbeda dengan perjalananku sebelum sampai k rumah Ica. Lalu lintas ramai-lancar. Hanya macet di daerah organon dan di lampu merah saja. Melewati daerah Pondok Indah yang ramai dan lancar, Radio Dalam yang juga ramai-lancar. Kemudian sampai juga di kampus Ica, STIKOM ITKP The School of Advertising. Aku tidak turun dari motor. Setelah mendengarkan Ica menjelaskan arah jalan yang harus kutempuh untuk sampai ke kampusku, aku langsung bergegas agar tidak terlambat sampai di lab. Ternyata tidak jauh jarak dari UBL ke STIKOM ITKP.
Akhirnya, akupun tiba di kampus dan kembali menjalanin rutinitas sehari-hari
Labels: Catatan Harian | 5 comments
'Mahir dalam Sekejap'
Anda pasti pernah berkunjung ke toko buku lalu menemukan buku yang judulnya, misal 'Menjadi Mahir .... dalam 12 jam' atau 'Menjadi ....master dalam 7 jam' dan buku-buku sejenis lainnya. Banyak sekali buku-buku seperti itu yang bermunculan. Biasanya buku-buku tersebut dilengkapi dengan CD(biasanya suatu bahasa pemrograman, ada juga buku-buku Operating System). Saya juga pernah membeli salah satu macam buku tersebut. Kebanyakan yang saya temui adalah buku-buku mengenai komputer. Ya memang isinya memaparkan cara-cara mudah untuk menjadi mahir dalam suatu bidang keilmuan. Bahkan dalam CD yang disertakan sudah disediakan bukan hanya tutorial tambahan dan software pendukung, tapi juga source code program yang dibahas dalam buku tersebut. Ini membuat orang sangat mudah dalam mempelajari suatu bidang ilmu.
Namun dari pengalaman yang saya dapat, setelah kita pelajari isi dari buku tersebut kita tidak lantas menjadi mahir. Tentu saja kita masih perlu belajar labih mendalam. Oleh karena itu, buku-buku yang menawarkan kemudahan saja tidak cukup. Kita memerlukan buku dengan pembahasan mendetail dari dasar hingga tingkat mahir, step by step secara terurut yang membahas hingga ke hal-hal kecil dan sepele. Karena dasar itulah yang penting, suatu hal yang besar selalu dimulai dari hal-hal kecil dan sepele.
Memang tidak ada salahnya membeli buku yang menawarkan kemudahan. Tapi ada baiknya kita lebih selektif jika ingin membeli suatu buku ilmu pengetahuan. Jangan hanya melihat dari judul atau bahkan cover bukunya. Jangan sampai Anda kecewa atau menyesal di kemudian hari.
Labels: Buku | 1 comments
Fenomena Internet
Beberapa tahun terakhir internet semakin digemari dimana-mana. Dari perkotaan sampai pedesaan. Terbukti dari jumlah warnet yang semakin bertambah. Belakangan orang-orang mulai berlangganan internet. Munculnya ISP-ISP baru dan ISP yang menawarkan tarif yang murah menjadi salah satu pemicunya. Kadang saya berpikir, bagaimana bisa tarif internet begitu murah sekarang, walaupun yg saya dengar dari beberapa teman bahwa diluar negeri internetan sudah gratis, namun karena kondisi ekonomi di negara kita yg belum stabil menyebabkan kita belum bisa menikmati hal tersebut. Kemungkinan tarif internet yang murah ini disebabkan dari banyaknya ISP yang saling bersaing untuk mendapatkan konsumen.
Saat ini internet tidak hanya dapat diakses melalui PC(Komputer Desktop), sudah banyak handphone yang mendukung fasilitas GPRS sehingga membuat penggunanya dapat ber-internet-ria kapan saja-dimana saja(selama pulsa masih cukup).
Orang-orang menggunakam internet karena berbagai alasan. Ada yang untuk mencari suatu informasi, bermain game, chating, berbisnis lewat internet, bloging. Pada intinya, internet dibutuhkan karena kebutuhan akan informasi dan komunikasi. Walaupun ada beberapa pihak yang menyalahgunakan kegunaan internet tersebut. Namun baik/buruknya, kita sendiri yang akan merasakan dampaknya.
Labels: Internet | 2 comments
For A Long Time
Sudah lama skali sejak terakhir kali posting, akhirnya ganti tampilan juga.Gara-gara mata kulaih cyberpreneurship, jadi mulai ngeblog lagi deh. Mudah-mudahan mulai skarang bisa berbagi sesuatu yg berguna, ga cuma curhat2an doank, AAAMIIIN...karna sudah malam dan dari tadi saya cuma nyari2 template yg sreg, sampai sini dulu ngurus blognya. Masih ada yg lebih penting untuk dilakukan(Jya'elah, blagu bner, hehehe).....
Labels: Other | 0 comments
Waktu mw plng dari acara bukpusbar ank" Neunzi9_comvany yuda ngjak gw&iCa foto brng.Snang skali gw, jarang2 kybo ngajakin gw foto.Terang aja gw kga nolak...Tp tnyata abiz tu gw g bs ktemu lg ma dya...Cuma ktemu d RSPP pas dya lg bjuang nglawan penyakitnya yg akhirnya tak mampu dikalahkannya...Slamat jalan kawan,slamat jalan sahabat...Qt smua g akan nglupain smua kbaikan lu.......T T
Labels: Old Posting(Baru Kenal blog) | 0 comments
mE&mYs0uLmatE

Hey"Hey....that's the best couple in neUnziG_c0mvanY....
Hehe, maAp y icA'Qu...foto Qt bru ziz posting skrg...pokoknya ziZ sayang iCa banget d...
That's myPicture with mYonLy9irL...
Labels: Old Posting(Baru Kenal blog) | 0 comments
tHaNx foR tHe mEmoRiES
eeeEy...ni foto jaman kapan???
Lyat aja mukanya masih pada cupu. Terang aja, wong masih kelas 1 SMA. Tu abiz pada guyur2an di ultahnya Ayn. Kangen skali ma masa2 itu. Masih sering ngumpul2&bcanda bareng. Skrang ud susah banget coZ Qt punya ksibukan sendiri2.
Malahan salah satu teman kita yang ada di foto tu ud 'g ada' skarang. SLamat jalan sahabat, Smoga lu tnang disana...Makasih bwat smuanya...
Labels: Old Posting(Baru Kenal blog) | 0 comments
nEw Family
Ni dia kLuarga baru gw dikampus. Ud sbulan lebih gw training bwat jd assisten laboratorium komputer.Untungnya gw dpt tmen yg ok2, jd gw g bosen dilab. trus jg bnyak bgt ilmu yg gw dpt disini. Foto disamping diambil pas abis games hari sabtu yang lalu. Lyat aja tu anak2nya pada narsis smua. Siapa yang g 'kesel' punya tmen2 kaya' gitu....
smoga aja gw bisa tTp smngat smp akhir masa training dan gw dpt yang terbaik,AMIN........
Labels: Old Posting(Baru Kenal blog) | 0 comments
cRowd
Beginilah suasana saat Malam Perpisahan SMA 90 di gedung wanita patra. Terlihat raut muka yang ceria, padahal setelaah itu mereka semua bersedih karena harus berpisah untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. That night i'll never forget...
Sukses bwat lo smua, tmen2 n sahabat2 gw...
Labels: Old Posting(Baru Kenal blog) | 0 comments
Try Honesty
I tripped, fell down naked I scratched my knees they bled
Sew up my eyes, need no more
In our game, there is no score! Forgive me father why should ya bother
Try honesty, try honesty
Hop in your dump truck, reverse for good luck
Ride over me, ride over me Insane assault, so sly
Your well of lies ran dry
I pulled the cord, free fall
so high I seem so small! Forgive me father why should ya bother
Try honesty, try honesty
Hop in your dump truck, reverse for good luck
Ride over me, ride over me
I Took On The Whole World, fight with the young girls
Die tragedy, die tragedy
Call me a cheapskate, come on for pete's sake
Cry agony, cry agony i'm Insane, Its your fault.... Sly! [x2] Forgive me father, why should ya bother now?
Forgive me father, why should ya bother now? Forgive me father why should ya bother
Try honesty, try honesty
Hop in your dump truck, reverse for good luck
Ride over me, ride over me
I Took on the whole world, fight with the young girls
Die tragedy, die tragedy
Call me a cheapskate, come on for pete's sake
Cry agony, cry agony [x4]
Labels: Old Posting(Baru Kenal blog) | 0 comments
Surrender
She reads a book from across the street,
Waiting for someone that she’ll never meet
Talk over coffee for an hour or two,
She wonders why I’m always in a good mood
Killing time before she struts her stuff,
She needs support and I’ve become the crutch
She’ll never know how much she means to me,
I’d play the game but I’m the referee Surrender… every word, every thought, every sound
Surrender… every touch, every smile, every frown
Surrender… all the pain we’ve endured until now
Surrender… all the hope that I lost, you have found
Surrender… yourself to me Even though I know what I’m looking for,
She’s got a brick wall behind her door
I’d travel time and confess to her,
But I’m afraid she’d shoot the messenger Surrender… every word, every thought, every sound
Surrender… every touch, every smile, every frown
Surrender… all the pain we’ve endured until now
Surrender… all the hope that I lost, you have found
Surrender… yourself to me I think I found a flower in a field of weeds,
I think I found a flower in a field of weeds
Searching until my hands bleed,
This flower don’t belong to me
This flower don’t belong to me
Why can’t she belong to me? Surrender… every word, every thought, every sound
Surrender… every touch, every smile, every frown
Surrender… all the pain we’ve endured until now
Surrender… all the hope that I lost, you have found
Surrender… yourself to me I never had the nerve to ask,
Has my moment come and passed?
Labels: Old Posting(Baru Kenal blog) | 0 comments
mAsa LaLU

Ni dia foto masa lalu gw waktu juara 3 di ubl. walawpun kaga nyumbang 3poin tapi ya lumayanlah. Sayangnya gw g tanding ma tmen2 sperjuangan gw. Cuma aldi, lucky, Ichsan, Rafli, n Ncex...
Labels: Old Posting(Baru Kenal blog) | 0 comments
SucceSs
Ey..Ni blog gw sendiri. kLo yang satu lagi, gw bikin bwat sccb, nah yang ni bwat gw. yawdalah silakan berkomentar...
Labels: Old Posting(Baru Kenal blog) | 0 comments



