Semoga gak mati lagi

Akhir-akhir ini hujan deras sering menguyur Jakarta, tidak jarang pula disertain oleh petir yang menggelegar. Sudah 2 kali internet di LABKOM UBL mati gara-gara sambaran petir. Alhasil selama sekitar 3 hari kami hidup di Lab tanpa internet.

Jum'at yang lalu kejadian itu pun berlangsung. Sekitar jam 5-an hujan mulai turun disertai petir dan sekitar pukul 7 koneksi internet terputus. Mahasiswa yang sedang ujian online menjadi tidak bisa melanjutkan ujiannya. Sampai hari senin siang kemarin baru internet kembali menemani mahasiswa, dosen, dan asisten-asisten di labkom ubl.

Walaupun badai menghadang, semoga koneksi internet di labkom tidak terganggu lagi, AAAMIIIN...

Anak Biasa (Part 3)

Willy hampir selesai membaca komiknya ketika 3 orang siswi kelas 2G lewat di depan kelasnya. Pandangan Willy tertuju pada cewe kece yang berjalan paling pinggir. Teman-teman dikelasnya tidak ada yang menyadari, Willy yang tadinya duduk sekarang berdiri tegak memandang ke luar jendela mengikuti arah siswi kece itu sampai hilang di balik tembok kelasnya. Willy meletakkan komiknya di meja dan langsung berjalan menuju pintu. Setelah melewati pintu kelasnya, dia menemukan Ijul dan Rony sedang duduk di bangku depan kelasnya.

"Siapa tuh man?", tanya Willy spontan.

"siapa apaan???", Ijul menjawab sambil kebingungan.

"Yang tadi lewat", jelas Willy.

"Barusan ada 3 orang yang lewat", lanjut Ijul makin bingung.

"Yang paling pinggir sebelah kanan", Willy memperjelas.

"Hmmm!! Emang napa lu nanya-nanya?", tanya Rony curiga."Gw bilangin Flory neh"

"Eh...Enggg...gak ko. Nanya doank kali", Willy tersipu malu.

"Lah nanya doank tapi ko lu senyam-senyum gitu", Rony makin curiga. "Kalo Flory tau..."

Sebelum Rony menyelesaikan kalimatnya, Willy buru-buru menyela,"Yee! gw bilang kan nanya doank".

Agar tidak mendapat pertanyaan-pertanyaan lain dari kedua temannya, Willy pun masuk kelas kembali dan menyelesaikan membaca komiknya. Sebenarnya sudah cukup lama Willy diam-diam memperhatikan siswi kece dari kelas 2G itu. tetapi Willy tidak punya info apa-apa mengenainya. Namanya saja Dia tidak tahu. Padahal siswi itu terbilang manis dan cukup menarik perhatian. Teman-temannya pun banyak. Hanya saja Willy tidak mengenal satu pun teman dari siswi itu. Untuk sementara Willy memendam rasa ingin tahunya. Dia masih sayang pada pacarnya, Flory. Sudah hampir setahun mereka saling menyayangi. Tapi rasa penasaran akan siswi manis dari kelas 2G itu terus membayangi Willy.

Jam istirahat pun tiba, seperti biasa Willy mengunjungi kelas Flory yang berada di ujung lantai 2 gedung sekolahnya. Saat bertemu sang pacar, bayang-bayang akan gadis manis tadi hilang semuanya. Tak ada niatan untuk mengkhianati sang pacar sama skali. Flory menyambut kedatangan Willy dengan senyuman tulus khasnya yang menyejukkan hati Willy. Saat itu Flory masih duduk di bangkunya di kelasnya. Gadis manis berkulit putih bersih itu langsung menyuruh Willy duduk si sebelahnya.

"Hoiy...", sapa Willy.

"Haiy...", jawab Flory.

Walaupun sudah lama menjalin cinta, tetapi mereka tetap saja seperti orang yang baru jadian. Selama mereka jadian, mereka berdua ga ada romantis-romantisnya. Pas hari valentine teman-teman satu sekolahnya rame nyiapin kado coklat buat pacar atau gebetannya. Tapi mereka biasa aja seperti hari biasa. Bagi mereka hari kasih sayang itu y setiap hari.

"Flory ga mo makan???", Willy mulai membuka pembicaraan. Sudah hampir setahun pacaran tapi tetap saja ada basa-basi.

"Ga ah, nanti siang aja. Kalo Willy mo makan, ayo Flory temenin", jawab Flory.

"Yaudah yuk ke kantin aja, ga mo makan sih, cuma iseng aja pengen ngemil".

Mereka pun ke kantin berdua. Seperti hari-hari biasa, mereka selalu terlihat kemana-mana berdua. Tak seperti pasangan kekasih lainnya yang kemana-mana bergandengan tangan atau saling marangkul pundak lawannya. Willy dan Flory hanya berjalan bersebelahan seperti layaknya teman biasa, tetapi hati merekalah yang bergandengan dan saling merangkul.

Setelah melewati beberapa penjual makanan&minuman di kantin kahirnya Willy hanya membeli jus mangga dan Flory ikutan beli roti panggang rasa coklat keju, jajanan standar anak sma.
Mereka duduk berhadapan di meja nomor dua sebelah dari pintu masuk kantin. Di meja sebrangnya duduk gadis manis dari kelas 2G menghadap ke arah Willy. Pandangan Willy spontan tertuju pada gadis itu. Saat itu pula Flory menyadarinya

"Heh!!!", bentak Flory

bersambung

Anak Biasa (Part 2)

Ternyata yang masuk ke kelas bukan guru matematika mereka melainkan guru piket yang datang memberi pengumuman bahwa guru matematika mereka berhalangan hadir karena sedang ada urusan mendadak.

"PRnya dikumpulin gak, pak?", tanya Rony, salah satu siswa di kelas itu.

"Tidak usah, buat belajar saja", jawab Pak Hadian.

Terdengar suara keluhan dari setiap siswa.

"Yaaah, udah susah-susah ngerjain, gak dikumpulin lagi", gerutu Seno yang sudah rela datang pagi-pagi untuk menyalin PR dari Tuti.

"Yawdahlah, ga sia-sia kok kita ngerjain PR. Kan kita jadi dapet ilmunya", timpal Willy bijak sambil masih memegang komik One Piecenya."Dari pada gak ada kerjaan"

"Yah mendingan gw maen Down of War", balas Syukri.

"Halah, kalah mulu aja lu maen gituan", Willy ngeledek.

Di tengah-tengah gemuruh suara keluhan dari siswa-siswa Pak Hadian angkat bicara,"Sudah-sudah, Bapak absen dulu ya."

Pak Hadian pun mulai mengabsen satu per satu.

"Muhammad Syukri"

"Muhammad Syukri"

Sebelum Pak Hadian mengulangnya sampai 3 kali, Willy buru-buru menepuk punggung Syukri yang duduk di sebelahnya. Telinganya sedang tertutup oleh headset yang terpasang ke mp3 player."Nama lu di panggil tuh"
Syukri pun langsung mengangkat tangannya tinggi-tinggi sambil berkata,"Hadir pak!Hadir!"

"Hmph! Bau man!", ledek Ijul yang duduk persis di belakang Syukri.

"Lah, Willy yang duduk sebelah gw aja ga kbauan nih," Sykri membela diri.

"Kebauan sih sbnernya, tapi gw diem-diem aja demi menjaga prasaan lu."

"Nah itu lu ngomong Will..."

"Yusuf Wali"

Mendengar namanya dipanggil, Willy pun segera mengangkat tangannya, tapi tidak tinggi-tinggi agar tidak balik diledek Syukri.

"Hmph!..."

"Apa!?", Willy mengangkat tangannya dan mendekakannya ke muka Syukri.

"Ketek gw mah ga bau man", bela Willy.

"Sial, gw langsung ga nafsu makan", balas Syukri.

Selesai mengabsen Pak Hadian lembali memberi pengumuman,"Pak Albert nitip pesan ke saya, kalian disuruh untuk mengerjakan latihan 2 halaman 42 tentang integral dan dikumpulkan hari ini juga. Paling lambat saat pulang sekolah nanti. Kalau sudah dikumpulkan ke ketua kelas dulu ya,kemudian baru berikan ke saya"

Lagi-lagi terdengar keluhan dari sana-sini.

"Tugas ini untuk menambah nilai ujian kalian", lanjut Pak Hadian.

Tak lama kemudian terdengar suara kertas dibolak-balik. Para siswa mulai mencari tugas yang dimaksud.

"Ini mah gampang man", Syukri menyombong.

"Laga lu sepa bneeeer. Awas ya nanya gw", ancam Willy.

"Iyeeee..."

"Bapak tinggal dulu ya! Kalian kerjakan tugasnya dengan tertib. Jangan ada yang keluar kelas"

"Ya Paaaak", jawab siswa-siswa kompak.

Walapun Pak Hadian sudah berpesan begitu, tetap saja banyak yang keluar kelas. Ada yang ke kantin, atau hanya duduk-duduk di depan kelas.

Willy melanjutkan membaca komiknya, sedangkan Syukri keluar kelas sambil mendengarkan lagu-lagu dari mp3nya.

Keadaan kelas 2E menjadi sepi. Hanya beberapa siswa yang tetap di kelas untuk mengerjakan tugas. Willy tetap di kelas tetapi masih asyik membaca komik.

Dua puluh menit kemudian..........

bersambung

Flex Seminar and Workshop

Indonesian Flex Community bekerja sama dengan Univeritas Budi Luhur, Labkom UBL, serta di Sponsori oleh Tripper Labs dan Precision, berencana mengadakan Seminar dan Workshop Adobe Flex 3.
Seminar dan Workshop Adobe Flex
[Klik Pada Gambar]
Untuk info, semua sudah terdapat dalam gambar.
Untuk Registrasi bisa di lakukan di Labkom UBL {Alamat Tercantum pada Gambar}

Anak Biasa (Part 1)

Matahari baru saja akan terbit di ufuk timur, tetapi Willy sudah berpakaian seragam SMA lengkap. Di pinggir jalan ciledug raya Willly sedang menunggu bus kota untuk bisa sampai ke sekolahnya SMA Tunas Indonesia di daerah Tanah Kusir, Jak-Sel. Cowok kurus tinggi sekitar 170cm ini adalah anak SMA biasa yg sama seperti anak-anak SMA lainnya. Bedanya hanya Dia lebih suka berangkat ke sekolah lebih awal, mengingat jalan ciledug raya merupakan kawasan macet. Lewat dari jam6pagi saja kendaraan sudah berkerumun di jalanan, keluar dari setiap gang dan komplek-komplek yg berada di sekitarnya.

Langit pun sedikit demi sedikin semakin terang, matahari mulai menampakkan diri, dan kendaraan di jalan mulai padat. Namun Willy masih berdiri diam, belum terlihat niatan untuk menyetop bus kota. Sementara orang-orang di sekitarnya saling berebut bus dan angkot. Metro Mini yg lewat di depannya pun sudah penuh dengan penumpang. Setiap hari memang Willy sudah biasa berdesak-desakkan di dalam metro mini.

Sekitar lima menit kemudian, cowok berpakaian seragam SMA yg kemejanya dikeluarkan menghampiri Willy. Kemudian Willy yg dari tadi hanya diam akhirnya berkata, "Kemana aja lu?! Gw dari ba'da subuh udah dsini. Lama bner...Bisa ga dapet metro nih".

"Sorry man, gw ksiangan bangun..."

Agak kesal juga si Willy mendengar alasan klasik temannya itu, " Yaudah, metro berikutnya, gimanapun kondisinya, kita naek aja"

Beberapa saat kemudian mereka pun dapat metro mini yg sudah lumayan penuh. Willy hanya mendapat sedikit ruang di pinggir pintu depan, sedangkan Syukri tepat di sebelahnya. Mereka memang sudah biasa mendapat tempat di pinggir pintu dan mendapat bonus asap knalpot kendaraan yg melaju di sekitarnya.

Kira-kira 25menit kemudian mereka sampai di Seskoal, dari situ mereka masih harus naik angkot lagi yg menuju sekolahnya. Setelah menyebrangi jalan yg ramai itu, mereka langsung naik angkot. Lima belas menit kemudian, mereka berdua sudah duduk di bangku barisan paling belakang kelasnya. Teman-temannya yg lain sedang sibuk menyalin PR matematika yg harus dikumpulkan pagi itu pukul 7.00. Kebetulan sekali kali ini Willy dan Syukri sudah hampir menyelesaikan PR-nya, hanya tinggal beberapa nomor lagi yg belum berhasil mereka selesaikan. Mereka pun ikut nimbrung dengan teman-temannya yg lain. Hanya dua anak perempuan yg keliatannya santai-santai saja. Tuti dan Lily terlihat sedang mengobrol. Meja di depannya kosong, 'tak tergeletak satu buku pun. Ya jelas saja, buku mereka(tepatnya buku tugas matematika) sedang dipinjam teman-temannya untuk disalin PR-nya.

Bel masuk akhirnya berbunyi, anak-anak yg belum selesai menyalin PR mempercepat pekerjaanya. Dua puluh menit setelah bel masuk, keadaan kelas sudah rapi. Setiap siswa sudah duduk di bangkunya masing-masing. Willy sedang asyik membaca One Piece volume 46 dan disebalahnya, Syukri menunduk sehingga kepalanya menyentuh meja. Tumben sekali guru mtk mereka terlambat hingga 20 menit. Keadaan kelas mulai bising akibat siswa-siswa yg saling mengobrol dengan teman sebangkunya dan teman yg duduk di sekitarnya. Saat itu bayangan guru mereka terlihat dari balik jendela. Serentak mereka pun langsung terdiam dan......

bersambung....
mau tau lanjutan critanya, nama asli Willy, dan tokoh2 lainnya??tunggu di part 2...
kritik dan saran teman2 sangat berarti