Anak Biasa (Part 3)

Willy hampir selesai membaca komiknya ketika 3 orang siswi kelas 2G lewat di depan kelasnya. Pandangan Willy tertuju pada cewe kece yang berjalan paling pinggir. Teman-teman dikelasnya tidak ada yang menyadari, Willy yang tadinya duduk sekarang berdiri tegak memandang ke luar jendela mengikuti arah siswi kece itu sampai hilang di balik tembok kelasnya. Willy meletakkan komiknya di meja dan langsung berjalan menuju pintu. Setelah melewati pintu kelasnya, dia menemukan Ijul dan Rony sedang duduk di bangku depan kelasnya.

"Siapa tuh man?", tanya Willy spontan.

"siapa apaan???", Ijul menjawab sambil kebingungan.

"Yang tadi lewat", jelas Willy.

"Barusan ada 3 orang yang lewat", lanjut Ijul makin bingung.

"Yang paling pinggir sebelah kanan", Willy memperjelas.

"Hmmm!! Emang napa lu nanya-nanya?", tanya Rony curiga."Gw bilangin Flory neh"

"Eh...Enggg...gak ko. Nanya doank kali", Willy tersipu malu.

"Lah nanya doank tapi ko lu senyam-senyum gitu", Rony makin curiga. "Kalo Flory tau..."

Sebelum Rony menyelesaikan kalimatnya, Willy buru-buru menyela,"Yee! gw bilang kan nanya doank".

Agar tidak mendapat pertanyaan-pertanyaan lain dari kedua temannya, Willy pun masuk kelas kembali dan menyelesaikan membaca komiknya. Sebenarnya sudah cukup lama Willy diam-diam memperhatikan siswi kece dari kelas 2G itu. tetapi Willy tidak punya info apa-apa mengenainya. Namanya saja Dia tidak tahu. Padahal siswi itu terbilang manis dan cukup menarik perhatian. Teman-temannya pun banyak. Hanya saja Willy tidak mengenal satu pun teman dari siswi itu. Untuk sementara Willy memendam rasa ingin tahunya. Dia masih sayang pada pacarnya, Flory. Sudah hampir setahun mereka saling menyayangi. Tapi rasa penasaran akan siswi manis dari kelas 2G itu terus membayangi Willy.

Jam istirahat pun tiba, seperti biasa Willy mengunjungi kelas Flory yang berada di ujung lantai 2 gedung sekolahnya. Saat bertemu sang pacar, bayang-bayang akan gadis manis tadi hilang semuanya. Tak ada niatan untuk mengkhianati sang pacar sama skali. Flory menyambut kedatangan Willy dengan senyuman tulus khasnya yang menyejukkan hati Willy. Saat itu Flory masih duduk di bangkunya di kelasnya. Gadis manis berkulit putih bersih itu langsung menyuruh Willy duduk si sebelahnya.

"Hoiy...", sapa Willy.

"Haiy...", jawab Flory.

Walaupun sudah lama menjalin cinta, tetapi mereka tetap saja seperti orang yang baru jadian. Selama mereka jadian, mereka berdua ga ada romantis-romantisnya. Pas hari valentine teman-teman satu sekolahnya rame nyiapin kado coklat buat pacar atau gebetannya. Tapi mereka biasa aja seperti hari biasa. Bagi mereka hari kasih sayang itu y setiap hari.

"Flory ga mo makan???", Willy mulai membuka pembicaraan. Sudah hampir setahun pacaran tapi tetap saja ada basa-basi.

"Ga ah, nanti siang aja. Kalo Willy mo makan, ayo Flory temenin", jawab Flory.

"Yaudah yuk ke kantin aja, ga mo makan sih, cuma iseng aja pengen ngemil".

Mereka pun ke kantin berdua. Seperti hari-hari biasa, mereka selalu terlihat kemana-mana berdua. Tak seperti pasangan kekasih lainnya yang kemana-mana bergandengan tangan atau saling marangkul pundak lawannya. Willy dan Flory hanya berjalan bersebelahan seperti layaknya teman biasa, tetapi hati merekalah yang bergandengan dan saling merangkul.

Setelah melewati beberapa penjual makanan&minuman di kantin kahirnya Willy hanya membeli jus mangga dan Flory ikutan beli roti panggang rasa coklat keju, jajanan standar anak sma.
Mereka duduk berhadapan di meja nomor dua sebelah dari pintu masuk kantin. Di meja sebrangnya duduk gadis manis dari kelas 2G menghadap ke arah Willy. Pandangan Willy spontan tertuju pada gadis itu. Saat itu pula Flory menyadarinya

"Heh!!!", bentak Flory

bersambung

0 comments: