Anak Biasa (Part 5)

Tak ada rasa curiga sedikitpun dalam hati Flory. Kemudian merekapun kembali ke kelas masing-masing dan menjalani KBM(Kegiatan Belajar Mengajar) seperti biasa. Saat jam pulang, Willy sudah menunggu di depan kelas Flory. Ia akan mengantar Flory ke depan sekolah.

"Flo...", begitu panggilan khas Willy ke Flory. Selain untuk menyingkat kata, Willy adalah orang pertama yang memanggil Flory dengan panggilan itu. Orang lain biasanya menyingkat nama Flory dengan panggilan di suku kata belakang namanya.

"Nanti kalo udah sampe kabarin y", pinta Willy

"Hmm, ga mau ah", jawab Flory."Haha...haha..."

"Okeiy, ga juga gapapa. Weeeek...", balas Willy agak kesal.

"iiiih, gitu aja marah"

"Ga marah ko, cuma kesel aja. haha...haha... Bcanda ko. Yaudah, abis angkot yg ini Flo naik aja y, nanti kburu kesorean"

"Ya Illy", jawab Flory sambil memasang senyum manisnya."Ly smangat y latiannya", tidak hanya Willy, Flory juga punya panggilan khas untuk Willy. Selain sebagai panggilan khas, berfungsi juga untuk menghemat suku kata.

Beberapa saat kemudian Willy memberhentikan angkot untuk Flory.

"Dagh Flo, hati-hati y. Kabarin kalo udah sampe"

"Dagh Illy juga, sip, beres bos", jawab Flory sambil melambaikan tangan.

Setelah angkot yang ditumpangi Flory menghilang dari pandangan, Willy kembali masuk ke sekolahnya dan menuju kamar mandi laki-laki. Di sana sudah ada Syukri yang sudah selesai shalat ashar dan berganti pakaian basket.

"Yang laen mana, Kir", tanya Willy.

"Udah di lapangan lagi streching", jawab Syukri. "Buruan lu, dikit lagi mulai latiannya"

"Iye gw shalat dulu"

Sepuluh menit kemudian Willy sudah di pinggir lapangan basket melakukan streching. Kebetulan hari ini latian khusus untuk persiapan menghadapi turnamen basket tingkat Kotamadya. Semasa di SMP Willy dan Syukri adalah duet yang sering kali merepotkan lawan-lawan bertanding mereka. Mereka berdua telah beberapa kali membawa tim basket sekolahnya menjuari turnamen-turnamen bergengsi. Walaupun postur tubuh mereka tidak tinggi kekar seperti layaknya pemain basket profesional, tetapi kecepatan dan men-drible bola sudah cukup merepotkan lawan-lawannya. Syukri pernah menjadi MVP(Most Valuable Player) pada suatu turnamen, sedangkan Willy sering kali menjadi top scorer di beberapa turnamen. Pernah suatu ketika Willy tidak dapat bermain karena cedera, tetapi Syukri dan anggota tim lainnya masih dapat memenangkan pertandingan. Hanya saja saat itu Syukri harus bermain ektra keras, untuk dapat membuat teman-temannya mencetak poin. Saat di SMA skarang pun, Syukri dan Willy tetap menjadi andalan tim basket SMA Tunas Indonesia. Syukri terkenal dengan gaya bertahannya yang tidak mudah goyah dan penyarangan yang simple. Tidak mudah bagi playmaker-playmaker lawan untuk melewatinya ataupun memberikan passing kepada teman setimnya. Sedangkan Willy, sangat terkenal dengan kemampuan three-pointnya yang mendekati sempurna. Kelenturan saat melepas bola dari tangannya dan akurasi tembakan yang tinggi sering menyelamatkan timnya dari situasi genting. Cara bermainnya yang cerdas pun dapat mengacak-acak pertahanan lawan.

Latihan hari itu cukup melelahkan. Mereka selesai sebelum magrib. Sekitar dua jam setelah Willy mengantarkan Flory ke gerbang sekolah. Willy membuka tasnya lalu mengambil handphonenya, melihat apakah ada sms dari Flory. Ternyata tidak ada tanda-tanda Flory memberi kabar. Tumben sekali hal ini terjadi, biasanya begitu sampai di rumah Flory langsung mengabari Willy. Tapi kali ini berbeda. Tidak ada sms dari Flory yang masuk ke handphone Willy. Kemudian Willy mencoba untuk mengirim sms ke Flory. Sepuluh menit, duapuluh menit, sampai setengah jam tidak ada balasan juga. Padahal Willy tahu bahwa Flory punya pulsa. Tapi kenapa belum ada kabar dari Flory sampai sekarang?Willy bertanya-tanya serta merasankan cemas yang teramat sangat. Beberapa saat kemudian handphone Willy bergetar...

bersambung

2 comments:

Radzeen said...

agak menarik.. ya, saya dari malaysia.. tapi boleh juga sedikit memahami maksud²nya .. baik dibikin saja bukunya.. menarik tu

Dira Aziz Saputra said...

Terima kasih,
Saya menulis cerita ini hanya untuk mengisi waktu luang. Mungkin untuk membuat bukunya akan memerlukan waktu lama. Jadi untuk sementara jika Anda menyukai cerita saya, Anda bisa membacanya di blog saya ini.

:)