It’s not like another Ordinary short story(Anak Biasa Part 7)

"Flo emang sakit apa sih?",tanya Willy penasaran."Ko tiba-tiba gitu?"

"Namanya juga sakit, Ly. Masa bilang-bilang dulu. Cuma kecapean ko.", jawab Flory mencoba menenangkan Willy.

"Tapi masa kecapean sampe perlu dirawat segala?", rasa penasaran Willy belum hilang.

"Ya biar ga keterusan kecapeannya, jadi dirawat supaya Flo bisa istirahat. Gitu lho Willy sayang. Flo tau Willy mengkhawatirkan Flo. Makasi banget lho. Sekarang Flo udah baikan karena udah dapet perawatan dari rumah sakit plus ditemenin ma orang yang Flo sayang."

Willy 'tak berkata apa-apa setelah mendengar ucapan Flory. Tapi itu pun tidak mengurangi rasa khawatirnya akan Flory. Willy merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Flory.

“Ya gimana ga khawatir, orang tadi siang sampe pas pulang Flo sehat-sehat aja. Lah skarang tau-tau udah tidur di rumah sakit.”, gerutu Willy.

“Ih, dibilang namanya juga sakit. Ya pasti tiba-tiba.”, Flory pun ikut kesal.

“Yaudahlah, yang penting skarang Flo istirahat aja y, ud malem. Nanti malah ga sitirahat lagi gara-gara ada Willy di sini.”,

“Okeiy, mem malem Willy”, Flory mengucapkan selamat tidur sambil menarik selimut sampai ke lehernya.

“Met malem juga Flo”, Willy pun merebahkan tubuhnya di atas sofa yang ada di sebrang tempat tidur Flory. Rasa kantuk sudah ‘tak tertahankan lagi, lelah sekolah seharian, latian basket yang super melelahkan, dan akhirnya baru bisa memejamkan mata di malam yang kian larut ini.

Hening, ‘tak ada suara yang mengganggu tidur mereka. Namun tiba-tiba…

“Uhuk…uhuk…uhuk…uhuk…”, terdengar suara orang batuk tiada henti hingga Willy terbangun.

Willy melihat jam dinding, baru pukul 2 malam, 2jam setelah dia terakhir kali melihat jam saat akan memejamkan mata. Willy setengah berlari ke tempat tidur Flory. Flory sedang terbatuk-batuk sambil menutup mulutnya dengan tangan kanannya. Tangan kanannya sudah berlumuran darah. Willy pun panik dan langsung lari keluar untuk mencari suster jaga.

“Suster tolong, pasien di kamar 209 batuk-batuk pendarahan.”, teriak Willy ke suster jaga.

Suster itu pun langsung bergegas menuju kamar tempat Flory di rawat. Sampai di kamar, Flory sudah tegelatak di tempat tidurnya dengan tangan kanan dan mulutnya berlumuran darah. Bantal dan seprai pun ternoda oleh darah dari mulut dan tangan Flory.

“Flory!!”, teriak Willy.

Suster langsung memeriksa Flory. Lalu menekan tombol yang ada di bagian atas kepala tempat tidur Flory.

“Gimana teman saya, suster? Ga ada yang bahaya kan?”, Tanya Willy super khawatir.

“Tenang pak, kami akan lakukan yang terbaik”, jawab suster tersebut.

Wajah Flory langsung pucat pasi dan ‘tak sanggup berkata apa-apa saking khawatirnya dengan keadaan Flory. Beberapa saat kemudian 2 orang suster dan seorang dokter dating tiba di kamar Flory.

“Tolong teman saya, dokter…”

“Ya, sekarang tunggu di luar dulu ya”, jawab dokter itu.

Willy pun berjalan keluar kamar dengan tubuh lemas. Betapa kagetnya dia menyaksikan Flory yang batuk-batuk hingga mengeluarkan darah sebanyak itu. Penyakit apa gerangan yang didertiya Flory. Sesaat Willy berharap bahwa ini hanya mimpi dan esok harinya ia bangun untuk menjalani kehidupannya seperti biasa. Tapi sayangnya ini adalah kenyataan yang harus ia hadapi, orang yang ia sayangi sedeng berjuang melawan penyakit yang cukup mengkhawatirkan. Willy bertanya-tanya dalam dirinya sendiri, mengapa Flory tidak pernah bercerita akan penyakit yang dideritanya. Bahkan sampai detik ini pun Willy tidak tahu apa penyakit yang sedang menjalar di tubuh Flory.

Willy mengambil handphone lalu mengabari orang tua Flory dan menceritakan apa yang terjadi. Setelah itu Willy sendirian menunggu di luar kamar, di lorong rumah sakit yang sepi, dengan lampu yang tidak terlalu terang. Pintu kamar Flory masih tertutup rapat, sepertinya tim dokter masih berusaha menangani penyakit Flory.

Setengah jam berlalu sejak Willy melangkah keluar dari kamar Willy. Tiba-tiba pintu kamar Flory terbuka, dokter dan para suster taadi pun keluar dari kamar Flory.

“Gimana keadaan teman saya, dok?”

0 comments: